• Beranda
  • hukum
  • Mabes Polri Tetapkan Dua Tersangka Perjudian

Mabes Polri Tetapkan Dua Tersangka Perjudian

Kamis,06 Juni 2013 | 12:00:00
Mabes Polri Tetapkan Dua Tersangka Perjudian
Ket Foto :

PEKANBARU - Tim Bareskrim Markas Besar (Mabes) Polri menetapkan dua orang
tersangka kasus perjudian yang digerebek, Kamis (6/6/13) dini hari.
Tersangka berinisial LE dan B.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi.
"Setelah cukup bukti, kita tetapkan dua tersangka yakni LE dan B," ujar
Kanit I Judi Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Mabes Polri,
AKBP Susilowadi pada wartawan.

Saat ini pemeriksaan intensif masih dilakukan. Tidak menutup kemungkinan,
dalam kasus perjudian ini penyidik Bareskrim Mabes Polri akan menetapkan
tersangka baru.

Sebelumnya, tim Bareskrim Mabes Polri menggerebek praktek perjudian di
Pekanbaru. Dua tempat jadi sasaran yakni judi Gelper XP Club Jalan Sudirman
dan judi KIM di Jalan Tuanku Tambusai.

Sebanyak 15 personil yang dipimpin Kanit I Judi Subdit II Direktorat Tindak
Pidana Umum (Tipidum), AKBP Susilowadi menggerebek KIM di Jalan Tuanku
Tambusai dan 20 personil dipimpin Kasubdit III Direktorat Tipidum, Kombes
Pol Drs Cahyono menggerebek XP Club.

Kedatangan tim Mabes Polri membuat pengunjung yang asyik bermain judi.
Para pemain dan karyawan hanya pasrah ketika digiring ke Mapolresta
Pekanbaru. Tim juga mengamankan barang bukti berupa mesin judi.

"Penggerebekan ini dilakukan berdasarkan informasi warga yang masuk ke
kita. Dari info itu kita lakukan penyelidikan beberapa minggu. Dua tim
akhirnya diturunkan untuk melakukan penggerebekan," ujar Kasubdit III
Direktorat Tipidum Mabes Polri, Kombes Pol Drs Cahyono.

XP Club disebut-sebut milik Dedi Handoko (DH). Gedung empat lantai itu
menyediakan sarana hiburan malam terbesar di Pekanbaru. Di dalamnya, banyak
kamar karaoke, pub, biliar dan mesin Gelanggang Permainan (Gelper) atau
dulu dikenal dengan sebutan 'Mickey Mouse'.

Dari penggerebekan yang dilakukan, terkuak kalau izin XP Club sudah lama
mati. Tanggal, bulan dan tahun yang tertera dalam izin yang telah disita
polisi telah kadaluarsa. "Tidak ada pengawasan," tutur Kanit I Judi Subdit
II Direktorat Tipidum, AKBP Susilowadi. (rep02)
 

Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
Jumat,25 Juli 2014 - 04:56:00 WIB

Lawan Prabowo di MK, Jokowi Bawa 500 Pengacara

Jumat,25 Juli 2014 - 04:55:00 WIB

Resmi: Lampard Jadi Pemain New York City

Jumat,25 Juli 2014 - 04:49:00 WIB

Usai Lebaran, KPK akan Panggil Megawati

Jumat,25 Juli 2014 - 04:44:00 WIB

Bom Israel Hancurkan Sekolah PBB di Gaza, 9 Tewas

Jumat,25 Juli 2014 - 04:41:00 WIB

Nilai Rupiah Kembali Diuji

Jumat,25 Juli 2014 - 04:40:00 WIB

Wow, Jokowi Bakal Lelang Posisi Jabatan Menteri

Rabu,23 Juli 2014 - 04:19:00 WIB

Guru diminta Tidak Menambah Cuti