Perbedaan Suku Agama Menjadi Aset Berharga bagi Daerah

Selasa,07 Mei 2013 | 06:18:00
 Perbedaan Suku Agama Menjadi Aset Berharga bagi Daerah
Ket Foto :

SIAK-Pemerintah Kabupaten Siak menilai kemajemukan masyarakat Kabupaten Siak dari suku bangsa dan agama, merupakan aset berharga bagi Daerah Siak. Dengan keberagaman tersebut, bisa menciptakan harmonisasi kehidupan masyarakat dan menjadi modal dasar dalam menggerakkan roda pembangunan.
 
Demikian disampaikan Asisten I Sekdakab Siak Drs Fauzi Asni saat memberikan sambutan pada acara pembukaan kegiatan halaqoh dan berbagai forum keagamaan lainnya dalam upaya peningkataan wawasan kebangsaan, Selasa (7/5) di Hotel Yasmin Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak.
 
"Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa masyarakat Kabupaten Siak dikategorikan sebagai masyarakat majemuk, terdiri dari keberagaman suku bangsa dan agama. Kemudian ditinjau dari suku bangsa yang terbesar di nusantara ini, di Kabupaten Siak ini juga terdapat berbagai suku dan ras,misalnya saja seperti suku Melayu, Jawa, Minang, Batak, Nias, Bugis, Sunda, Banjar,Tionghoa dan lain sebagainya terdapat di Kabupaten Siak yang kita cintai ini," katanya.
 
Dikatakannya, sebenarnya setiap suku dan agama menganut nilai yang sama tentang perlunya persaudaraan dan kebersamaan, yang tidak saja antar sesama suku dan agama tersebut, tetapi juga antar suku dan umat agama yang lain.

"Dalam persepektif agama Islam misalnya, Allah SWT memang menciptakan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku dan berpuak-puak bukan dalam rangka untuk saling benci membenci, akan tetapi perbedaan suku tersebut justru dalam rangka saling kenal-mengenal, sayang-menyayangi dan cinta-mencintai antar sesama umat manusia yang berbeda suku dan agama yang kita anut," paparnya.
 
Oleh sebab itu, lanjutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Siak menyambut baik dilaksanakannya kegiatan pemantapan penghayatan wawasan kebangsaan se Kabupaten Siak ini sabagai salah satu upaya untuk menghindari terjadinya disharmoni, konflik dan desintegrasi yang disebabkan oleh perbedaan dan kesalahan pengamalan nilai-nilai suku bangsa dan agama yang dianut.

"Dan kegiatan ini mempunyai nilai manfaat yang besar dalam rangka membangun silaturahmi dan kebersamaan antar genenerasi muda suku bangsa," tutupnya. (rep01)
 

Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
Jumat,31 Oktober 2014 - 03:47:00 WIB

Polisi Sebar Foto Penjambret Mulyono

Jumat,31 Oktober 2014 - 03:45:00 WIB

Penghina Jokowi Mulai Sehat dari Depresi Berat

Jumat,31 Oktober 2014 - 03:39:00 WIB

21 Desember, Batas Deadline Pengajuan UMK

Jumat,31 Oktober 2014 - 03:37:00 WIB

BNN Riau Blusukan Cegah Narkoba di Kampus-kampus

Jumat,31 Oktober 2014 - 02:56:00 WIB

DBD di Siak Capai 253 Kasus, Diskes Galakkan Fogging

Jumat,31 Oktober 2014 - 02:55:00 WIB

Perampok Mulyono Tidak Berniat Membunuh

Jumat,31 Oktober 2014 - 02:55:00 WIB

Anak Kandung Klewang Ditangkap Karena Mencuri

Jumat,31 Oktober 2014 - 02:55:00 WIB

Harga Emas Turun di Bawah 1.200 Dolar AS